Jelajah Objek Wisata Gua Pindul dan Sungai Oya di Jogja

foto dari @indonesiatrip.id

Wisata Goa Pindul dan SUngai Oya – Pada bulan oktober lalu bertepatan dengan hari ulang tahun teman saya. Saya dan dua orang teman saya berkesempatan untuk mengunjungi objek wisata alam yang sedang booming yaitu Gua Pindul.

Objek wisata ini terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Butuh waktu sekitar 1 jam 20 menit untuk menempuh jarak sekitar 42 km dari pusat Kota Yogyakarta.

Gua Pindul termasuk dalam objek wisata yang unik. Kita dapat menelusuri aliran sungai bawah tanah yang terdapat di dalam gua. Tentunya dengan menggunakan ban karet, atau bisa disebut cave tubing.

Selain itu, pengunjung juga dapat melakukan kegiatan rafting dan river tubing. Atau menelusuri aliran sungai menggunakan ban karet di Sungai Oya.

Dengan membayar tiket dan paket wisata sebesar Rp70.000,00, pengunjung dapat merasakan wisata alam Gua Pindul dan Sungai Oya. Bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen selama berwisata dapat menyewa jasa fotografer dengan membayar biaya sebesar Rp100.000,00.

Dari Kota Yogyakarta ke arah timur melalui Jalan Wonosari, kami sekeluarga menggunakan kendaraan pribadi menuju objek wisata Gua Pindul.

Rute Jalan Wonosari dipilih karena jalan yang lurus dan lalu lintasnya lancar. Setelah melalui Jalan Wonosari sampailah di daerah Bukit Patuk atau yang lebih dikenal dengan Bukit Bintang.

Bisa disebut demikian karena jika berkunjung saat malam hari kita akan melihat dari kejauhan lampu-lampu berjajar. Menyerupai bintang yang menyinari Yogyakarta.

Seperti lazimnya jalanan di daerah perbukitan yang berkelok-kelok. Dari atas bukit Kota Yogyakarta pada siang hari terlihat seperti maket raksasa yang membentang luas.

Lengkap dengan jalan raya dan pohon-pohon. Kendaraan terus melaju hingga sampai di daerah Hutan Bunder.

Di daerah tersebut banyak terdapat calo yang menawarkan jasa pengantaran menuju Gua Pindul. Yaitu dengan membayar sebesar Rp50.000,00. Menggunakan jasa tersebut kami sekeluarga dikawal oleh seorang pemandu.

1. Goa Pindul

goa pindul
foto dari @ayuutte

Sesampainya di kawasan objek wisata Gua Pindul, kami sekeluarga membayar tiket paket wisata. Dengan fasilitas pemandu wisata, ban karet, jaket pelampung, dan head lamp.

Kami mengenakan jaket pelampung beserta perlengkapan lainnya. Dengan posisi berbanjar dituntun oleh pemandu wisata kami memasuki Gua Pindul dengan duduk di atas ban karet.

Saat memasuki mulut gua, pemandu menjelaskan gua ini terbagi dalam 3 zona. Yaitu, zona remang, zona gelap abadi, dan zona terang.

Selain itu pemandu juga menceritakan kisah perjalanan Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan. Kisah itu berhubungan dengan asal-usul nama Gua Pindul.

Di zona gelap abadi saya melihat ratusan kelelawar bergelantungan di atas dinding. Di zona terang terdapat lubang di atas dinding gua. Sehingga cahaya matahari dapat menyelinap masuk ke dalam yang menambah keeksotisan suasana.

Di zona terang saya mencoba memacu adrenalin dengan terjun dari atas stalagmit yang tingginya sekitar 2 meter. Berlanjut dengan berenang menuju tepi Sungai Banyumoto yang merupakan lanjutan dari aliran air Gua Pindul.

Setelah sekitar 1 jam menelusuri gua, kami diarahkan pemandu untuk naik mobil pick up. Lalu menuju objek wisata selanjutnya yaitu Sungai Oya.

Baca Juga: Liburan ke Pantai Samas di Jogja dan Banyak Hal Yang dapat Dilakukan

2. Sungai Oya

sungai oya
foto dari @indonesiatrip.id

Diperjalanan menuju Sungai Oya, kami melewati kebun kayu putih. Hal tersebut merupakan pengalaman pertama saya melihat tumbuhan kayu putih. Tentunya yang belum diolah menjadi minyak kayu putih.

Setelah sampai di tepi Sungai Oya kami langsung bersiap-siap duduk di atas ban karet untuk menelusuri sungai. Arusnya deras, berbeda dengan di Gua Pindul, ban karet yang saya naiki sempat beberapa kali terbalik.

Keseruan tidak berhenti di situ, di tengah perjalanan terdapat aliran air sungai yang membentuk air terjun. Di sini kita dapat bermain-main dengan air di bawahnya.

Setelah melewati air terjun ternyata arus sungai nampak tenang. Kami dapat menikmati pemandangan Sungai Oya yang tepinya terdapat dinding dari batuan kapur dan rimbunan pohon bambu.

Sekitar 1 jam 30 menit penjelajahan di Sungai Oya telah berakhir. Kami sekeluarga kembali menuju ke tempat pemberangkatan dengan menggunakan mobil pick up.

Saat diperjalanan saya merasa takjub karena disuguhi pemandangan sawah. Dengan padi yang menguning ditambah dengan tiupan angin semilir.

Sesampainya di tempat pemberangkatan kami sekeluarga lanjut mandi. Karena merasa lapar kami memutuskan untuk makan di rumah makan yang berjajar di sekitar pintu masuk Gua Pindul. Selesai makan siang, kami sekeluarga memutuskan untuk melakukan perjalanan pulang.

Saya sangat menikmati perjalanan wisata alam di Gua Pindul dan Sungai Oya. Di tempat ini, saya banyak menemukan pengalaman baru yang belum pernah ditemui sebelumnya. Saya berharap dapat kembali mengunjungi objek wisata ini karena masih banyak terdapat gua-gua lainnya.

Baca Juga: Bermanja Dengan Kesunyian di Pantai Pasut, Tabanan Bali

Tunggu, sedang memuat. . .