Wisata Kawah Sileri Dieng

wisata-kawah-sileri-dieng

Wonosobo dengan Dataran Tinggi Diengnya merupakan salah satu tempat wisata favorit para traveler. Suhu udara yang dingin bahkan bisa mencapai suhu 0 derajat celcius di waktu tertentu. Selain itu hamparan pemandangan alam yang memanjakan mata membuat wisatawan ingin berkunjung lagi dan lagi ke Dieng.

Dataran Tinggi Dieng terkenal karena banyaknya spot tempat wisata yang bisa di kunjungi mulai dari candi, kawah maupun gunung.

Jarak antar tempat wisata tersebut tidak terlalu jauh sehingga dalam sekali perjalanan kamu bisa mengunjungi beberapa spot wisata.

Selain Gunung Prau, Puncak Sikunir, Telaga Warna dan komplek candi. Di Dieng juga terdapat beberapa kawah yang dijadikan tempat wisata diantaranya adalah Kawah Sikidang dan Kawah Sileri. Kali ini kita akan membahas sedikit lebih detail mengenai Kawah Sileri.

Lokasi Kawah Sileri

Tempat wisata Kawah Sileri terletak di desa Kepakisan, kecamatan Batur kabupaten Banjarnegara. Jika dari Wonosobo maka kamu ambil jalur kanan untuk menuju Kawah Sileri. Jalur ini berseberangan dengan jalur ke Kawah Sikidang dan puncak Sikunir.

Untuk mencapai lokasi ini kamu akan melewati sebuah tugu peringatan bencana alam yang terjadi di Dieng pada tahun 50an.

Setelah melewati tugu itu kamu tinggal jalan terus menuju pemandian air panas Bitingan. Setelah sampainya di pos penjagaan kawah Sileri, kamu masih harus menuruni bukit kurang lebih 300 meteran untuk sampai ke dalam pusat  kawahnya. Jadi pastikan fisik kamu kuat saat mengujungi tempat wisata ini.

Baca Juga >> 9+ Tempat Wisata di Sampang Madura Paling Indah dan Terbaru

Sejarah Kawah Sileri Dieng

Kawah Sileri merupakan kawah vulkanik terbesar dan terluas yang ada di wilayah Dieng. Luas kawah ini mencapai 4 hektar dan sampai saat ini kawah masih aktif menyemburkan asap putih tebal. Kawah Sileri pernah meletus beberapa kali yaitu di tahun 1944,1964,1984,2003 dan 2009.

Meskipun begitu kawah ini masih dianggap aman untuk dikunjungi wisatawan. Di beberapa titik disekitar kawah ini pun terlihat asap mengepul hal itu dikarenakan adanya aktifitas pengeboran di sekitar kawah untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Konon katanya kawah ini dinamakan Sileri karena air kawah yang berwarna seperti air cucian beras. Karena dalam bahasa Jawa Leri artinya air cucian beras hingga lambat laun disebutlah sileri.

Pesona Kawah Sileri

Meskipun tidak seramai kawah Sikidang namun kawah Sileri juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain karena kawah ini adalah salah satu kawah terbesar yang masih aktif, kawah ini juga bermanfaat untuk keperluan masyarakat sekitar.

Suhu panasnya dipakai untuk menggerakkan PLTU, air yang mengalir dari kawah Sileri menuju sungai dimanfaatkan warga untuk perkebunan mereka dan tampilan kawah yang penuh asap terkesan megah untuk dijadikan spot foto.

Untuk mengunjungi kawah Sileri disarankan pagi hari saat uap dari kawah masih menempel pada permukaan air. Selang beberapa saat kamu akan melihat pemandangan langka yaitu proses terlepasnya uap air dari permukaan air.

Baca Juga >> 11 Tempat Wisata di Pamekasan Madura Terbaru

Walaupun kawah ini adalah tempat wisata seperti kawah Sikidang namun di kawah Sileri ini tidak dipungut tiket masuk. Sehingga kamu bebas masuk ke area kawah secara gratis. Syarat utama untuk berkunjung ke kawah ini cukup berhati – hati mengingat kondisi kawah yang masih aktif.

Selain itu jika kamu berkunjung ke kawah ini pastikan membawa masker wajah karena uap yang disekitar kawah yang cukup tebal dan bau belerang yang cukup menusuk.

LEAVE A REPLY